Syifa Kusuma Merangkum Mimpi, Perpisahan, hingga Lawan Bully dalam EP Selamanya


EP Selamanya menandai rilisan terbaru Syifa Kusuma, sebuah rangkaian lagu yang menelusuri mimpi, luka, hingga pesan lawan bully dalam format yang ringkas dan tematik
( Instagram / Syifakusuma_Ramadhani )

PANGKALPINANG, INDONESIA - Penyanyi muda asal Serang, Banten, Syifa Kusuma Ramadhani merilis mini album (EP) bertajuk Selamanya pada 2 Februari 2026. Di tengah pola konsumsi musik yang kian bertumpu pada platform digital, proyek ini menempatkan Syifa—yang masih berusia 12 tahun—sebagai bagian dari gelombang musisi yang memilih merilis karya secara cepat, ringkas, dan tematik: enam hingga tujuh lagu yang menelusuri spektrum emosi dari kasih sayang sampai luka.

Dari Serang, Dilepas ke Platform Streaming

Sejumlah laporan media lokal menyebut Selamanya sebagai penanda langkah terbaru Syifa dalam perjalanan bermusik. Narasi yang dibangun bukan semata soal penyanyi cilik merilis album, melainkan upaya merangkum pengalaman dan perasaan yang dekat dengan keseharian mimpi, cinta pada diri sendiri, hingga penyesalan dalam bahasa yang sederhana.

Materi EP ini juga sudah tersedia di layanan streaming. Salah satu rujukan katalog menyebut Selamanya sebagai rilisan 2026 dengan total tujuh trek.

Perasaan yang Menetap di Hati

Dalam keterangan peluncuran yang dikutip sejumlah media, Syifa menjelaskan alasan memilih judul Selamanya dengan menekankan bahwa emosi manusia tak benar-benar hilang, melainkan tinggal dan membentuk cara seseorang memandang hidup. Potongan pernyataannya menegaskan gagasan itu: “kasih sayang, mimpi, cinta untuk diri sendiri, bahkan penyesalan itu semua akan selalu ada di hati kita.”

Dari sisi materi lagu, pemberitaan peluncuran menyebut enam judul yang menjadi tulang punggung EP: “Kehilanganmu”, “Perpisahan”, “Terbang”, “Lawan Bully”, “Perjalanan”, dan “Tuhan Jaga Mereka”.
Jika merujuk katalog platform streaming yang mencantumkan tujuh trek, judul “Selamanya” juga muncul sebagai lagu (title track) yang melengkapi rangkaian tema tersebut.

Di antara daftar itu, “Lawan Bully” mencolok karena membawa isu sosial yang lebih eksplisit dibanding lagu-lagu bertema relasi personal seperti “Perpisahan” atau “Kehilanganmu”. Sementara “Tuhan Jaga Mereka” memberi lapisan spiritual, sebuah penyeimbang yang menggeser EP ini dari sekadar kisah patah hati menjadi catatan emosi yang lebih luas.

Kredit Produksi: Syifa Production dan Kolaborasi Dwi Lodot

Kredit produksi yang dipublikasikan dalam materi peluncuran mencatat keterlibatan Syifa di sisi musik, dengan Syifa Production sebagai produser dan Dwi Lodot sebagai juru rekam serta komposer; lirik ditulis oleh Syifa bersama Dwi Lodot. Urusan desain grafis dan foto disebut ditangani akun @etotparker_.

Dalam narasi promosi yang beredar, Syifa juga mengarahkan pendengar untuk menyimak lagu-lagunya seperti potongan cerita yang datang bergiliran: “Pelan-pelan ya dengernya. Ceritanya satu-satu datang, Selamanya.”
Kalimat itu, walau sederhana, merangkum strategi yang cukup jelas: EP ini dijual sebagai rangkaian kisah, bukan sekadar kumpulan single yang berdiri sendiri.

============

Tag : #SyifaKusuma, #MiniAlbumSelamanya, #EPSelamanya2026, #PenyanyiCilikIndonesia, #LaguLawanBully

============

Content Writer
Raynold Anthonio Sebastian

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال