FIFA Series 2026 Diperluas untuk Negara Kecil, Edisi Perempuan Ikut Diluncurkan


FIFA memperluas FIFA Series 2026 menjadi 48 tim dan menambah edisi perempuan, dengan target membuka lebih banyak laga lintas benua bagi negara-negara yang jarang mendapat kesempatan bertanding

( Wikipedia )

PANGKALPINANG, INDONESIA - FIFA mengerek skala FIFA Series 2026—program laga uji coba lintas konfederasi yang ditujukan terutama bagi negara-negara dengan akses pertandingan internasional terbatas—dengan memperbanyak peserta, memperluas tuan rumah, dan untuk pertama kalinya membuka edisi khusus tim nasional perempuan. Ekspansi ini menandai pergeseran dari uji coba awal pada 2024 menuju implementasi yang lebih “penuh” pada 2026, di tengah kritik klasik sepak bola modern: kalender kian padat, tetapi kesempatan bertanding yang “bermakna” belum merata untuk semua negara.

Dari Pilot 2024 ke Skala Penuh 2026

Dalam rilis November 2025, FIFA menyebut FIFA Series 2026 akan digelar pada jendela pertandingan internasional bulan Maret dan April 2026, serta menegaskan ada peningkatan jumlah partisipan dan tuan rumah, termasuk debut edisi perempuan. FIFA menekankan formatnya tetap berada dalam kalender internasional yang sudah ada—artinya tidak menambah “slot” laga baru di luar jendela resmi.

Presiden FIFA Gianni Infantino menyatakan program ini ditujukan untuk mendorong pemerataan kesempatan bertanding dan pengembangan, bukan sekadar menambah laga uji coba biasa. 

The FIFA Series is about unlocking development potential for players, coaches and fans, while promoting football’s universality and diversity through meaningful matches,” kata Infantino.

48 Tim, 12 Grup, 11 Tuan Rumah

Pada 19 Januari 2026, FIFA merinci struktur edisi 2026: 48 tim nasional dari enam konfederasi akan tampil dalam 12 grup, masing-masing berisi empat tim. FIFA menyebut angka itu setara hampir 25% dari 211 asosiasi anggota FIFA.

Yang menarik, daftar tuan rumah juga memperlihatkan fokus pada negara-negara yang jarang menjadi panggung laga internasional lintas benua. Untuk sektor putra, FIFA mengonfirmasi tuan rumah: Australia, Azerbaijan, Indonesia, Kazakhstan, Selandia Baru, Puerto Rico, Rwanda, dan Uzbekistan. Rwanda menjadi satu-satunya yang menggelar dua grup, sehingga total grup menjadi 12.

Untuk sektor putri, edisi perdana akan digelar di Brasil, Côte d’Ivoire (Pantai Gading), dan Thailand.

Ada satu detail penting: dalam rilis November 2025, FIFA sempat mencantumkan Mauritius sebagai salah satu tuan rumah sektor putra, namun pada pengumuman “line-up” Januari 2026, Mauritius tidak masuk dalam daftar tuan rumah yang dikonfirmasi.

Apa yang Dicari FIFA

Secara desain, FIFA Series menawarkan dua hal yang sering langka bagi negara peringkat menengah-bawah: lawan lintas benua dan pengalaman operasional seperti turnamen. FIFA menyebut manfaatnya mencakup aspek teknis (paparan gaya bermain berbeda), komersial (visibilitas pasar baru), hingga peningkatan kapasitas penyelenggaraan kompetisi—termasuk perencanaan operasional dan pengembangan perangkat pertandingan.

FIFA juga menyatakan seluruh pertandingan akan disiarkan secara global, dengan klaim bahwa akses siaran dapat membantu menaikkan profil tim nasional yang biasanya minim sorotan.

Dalam pengumuman Januari 2026, FIFA memberi contoh rentang level peserta yang kontras: di sektor putra, peserta membentang dari tim mapan seperti Australia hingga negara yang masih berkembang seperti US Virgin Islands; di sektor putri, rentang peringkat juga lebar—dari Brasil hingga Turks and Caicos Islands.

Minat Penonton Tidak Merata

Meski membawa narasi “pemerataan”, FIFA Series bukan tanpa catatan. Laporan Reuters (dipublikasikan The Straits Times) menggarisbawahi fakta bahwa beberapa laga pada edisi 2024 minim penonton, tetapi ada pula yang memantik animo besar. Reuters mencontohkan final turnamen di Kairo yang menarik lebih dari 85.000 penonton saat Mesir melawan Kroasia, sementara di Sri Lanka ada pertandingan yang hanya disaksikan 550 orang.

FIFA, dalam keterangan yang sama, menyebut program ini juga dibantu dari sisi logistik—termasuk dukungan biaya perjalanan dan akomodasi—agar negara yang sumber dayanya terbatas tetap bisa berpartisipasi.

Dari pihak tuan rumah, Heather Garriock, interim CEO Football Australia, menilai laga-laga ini penting untuk persiapan tim nasional Australia menuju Piala Dunia 2026. “These matches will play an essential role in preparing the CommBank Socceroos for the upcoming FIFA World Cup 2026…,” ujarnya.

Bagi FIFA, pesan besarnya jelas: FIFA Series 2026 ingin menjadi jalur tambahan—di luar kualifikasi dan turnamen resmi—untuk mempertemukan negara-negara yang jarang punya kesempatan “menyeberang benua”. Namun pada saat yang sama, keberhasilan inisiatif ini akan tetap diukur oleh hal-hal yang sulit dipoles oleh jargon pengembangan: kualitas lawan, relevansi pertandingan, dan apakah publik di tuan rumah benar-benar datang menonton.

============

Tag : #FIFASeries2026, #FIFAWomenSeries, #JadwalFIFAMatchWindow2026, #PengembanganSepakBolaFIFA, #TimnasNegaraKecilLagaUjiCoba

============

Content Writer
Raynold Anthonio Sebastian

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال