15 Prodi UGM Paling Sepi Peminat, Celah Strategi SNBP 2026 dan Kuota Resminya


Intip 15 prodi UGM yang peminatnya paling rendah di SNBP 2025 sebagai bahan strategi realistis jelang penutupan pendaftaran SNBP 2026
( Unsplash / Deski Jayantoro )

PANGKALPINANG, INDONESIA - Pendaftaran SNBP 2026 tinggal menghitung hari menuju penutupan pada 18 Februari 2026 pukul 15.00 WIB.  Di tengah kepanikan “war” program studi favorit, data peminat SNBP tahun lalu memberi satu petunjuk yang kerap luput: di UGM, ada sejumlah program studi yang peminatnya relatif rendah, sebagian bahkan tak sampai 150 pendaftar meski kampus ini tetap menjadi magnet nasional. 

UGM sendiri mencatat jumlah pendaftar SNBP 2025 mencapai 29.223 orang. Artinya, “sepi peminat” di konteks UGM bukan berarti sepi peminat secara absolut, melainkan “lebih rendah” dibanding prodi-prodi unggulan yang pendaftarnya bisa ribuan.  Pada saat yang sama, kalender resmi SNBP 2026 menunjukkan pendaftaran berlangsung 3–18 Februari 2026, dengan pengumuman hasil 31 Maret 2026.

Sepi Peminat Tidak Otomatis Mudah

Di seleksi berbasis prestasi, peluang tidak hanya ditentukan oleh jumlah peminat, tetapi juga kuota. Prodi dengan peminat rendah bisa tetap kompetitif bila daya tampungnya kecil. Contohnya, ada prodi yang peminatnya di bawah 150, tetapi kuota SNBP-nya hanya belasan—bahkan satu digit.

Karena itu, daftar berikut sebaiknya dibaca sebagai peta strategi: alternatif yang lebih jarang dilirik (berdasarkan peminat SNBP 2025), disandingkan dengan kuota SNBP (daya tampung) yang tercantum di laman Admisi UGM. 

Daftar 15 Prodi UGM Sepi Peminat untuk Referensi SNBP 2026

Berikut 15 prodi dengan peminat paling rendah di UGM pada SNBP 2025, beserta kuota SNBP (daya tampung) di UGM:

  1. Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar (D4), peminat 74; kuota SNBP 24
  2. Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (S1), peminat 94; kuota SNBP 9
  3. Bahasa dan Sastra Prancis (S1), peminat 101; kuota SNBP 14
  4. Teknik Sumber Daya Air (S1), peminat 106; kuota SNBP 15
  5. Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa (S1), peminat 106; kuota SNBP 15
  6. Manajemen Sumberdaya Akuatik (S1), peminat 110; kuota SNBP 23
  7. Akuakultur (S1), peminat 118; kuota SNBP 23
  8. Pengembangan Produk Agroindustri (D4), peminat 127; kuota SNBP 32
  9. Teknologi Rekayasa Pelaksanaan Bangunan Sipil (D4), peminat 132; kuota SNBP 18
  10. Pengelolaan Hutan (D4), peminat 136; kuota SNBP 32
  11. Teknologi Hasil Perikanan (S1), peminat 138; kuota SNBP 23
  12. Mikrobiologi Pertanian (S1), peminat 141; kuota SNBP 11
  13. Sistem Informasi Geografis (D4), peminat 147; kuota SNBP 24
  14. Sejarah (S1), peminat 148; kuota SNBP 15
  15. Agronomi (S1), peminat 148; kuota SNBP 24 

Pola yang Terlihat: Vokasi, Agro-Maritim, dan Humaniora

Dari daftar ini, terlihat tiga klaster besar yang cenderung “kurang populer” di jalur SNBP:

  • Sarjana Terapan/D4 (Vokasi) yang teknis dan spesifik (misalnya survei-pemetaan, SIG, agroindustri, bangunan sipil, kehutanan). 
  • Rumpun pertanian–perikanan (penyuluhan, akuakultur, teknologi hasil perikanan, mikrobiologi pertanian, agronomi, manajemen sumber daya akuatik). 
  • Humaniora tertentu (Prancis, Jawa, Sejarah) yang sering kalah sorotan dari prodi “primadona” rumpun sosial dan kesehatan. 

Secara kasar, perbandingan peminat 2025 dengan kuota SNBP menunjukkan rentang kompetisi yang bervariasi: ada yang relatif longgar (sekitar 3–5 peminat per kursi), tetapi ada juga yang tetap ketat karena kuotanya kecil, misalnya prodi dengan kuota belasan atau satu digit.

Catatan Praktis sebelum Memilih

  1. Baca kuota, lalu baca kurikulum. “Sepi peminat” hanya berguna bila selaras dengan minat dan rekam prestasi.

  2. Jangan mengabaikan prodi berkuota kecil. Peminat rendah tidak selalu berarti peluang besar. 

  3. Ikuti jadwal resmi. SNBP 2026: pendaftaran 3–18 Februari 2026, hasil 31 Maret 2026.

============

Tag : #SNBP2026, #UGM, #JurusanSepiPeminatUGM, #DayaTampungSNBPUGM, #ProdiUGM2026

============

Content Writer
Raynold Anthonio Sebastian

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال